Nonton film emang dapat ngurangi penat setelah sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Tak terkecuali untuk saya, nonton film adalah salah satu menu untuk merefresh otak agar kembali rileks. Banyak film-film yang saya sukai dan dari genre yang berbeda2 pula. Setelah saya pikir2, saya kayaknya lebih suka pada film-film ringan yang diselingi humor-humor menarik. Tapi setelah saya pikir juga, film-film berat pun enak juga untuk ditonton, menarik untuk terus mengikuti ceritanya dari awal sampai akhir, Loh. Beberapa film yang menjadi film favorit saya dan mungkin saya rekomendasikan untuk pembaca adalah Catatan Akhir Sekolah, Laskar Pemimpi, dan Little Big Soldier. Gak nyesel pokoknya liat film2 itu, hehehe
Catatan Akhir Sekolah
Bercerita tentang tiga orang sahabat yang berkeinginan membuat film dokumenter di SMA nya. Isi dari film dokumenter tersebut adalah kejadian sehari-hari yang sesuai dengan realita kehidupan siswa di SMA, baik hal-hal yang baik maupun yang kurang baik. Cerita tersebut dirangkai sedemikian rupa dengan dibumbui kejadian2 lucu maupun kisah percintaan yang menjadi sisi lain film tersebut. Yah, film ini cocoklah buat ngingat masa-masa SMA, yang kata banyak orang masa yang paling indah, hehehe
Laskar Pemimpi
Entah apa hubungan film ini sama film Laskar Pelangi atau Sang
Pemimpi, mungkin gabungannya? Ah bukan, gak ada kaitannya. Film ini dibintangi
oleh personil Project Pop. Apa yang kalian pikirkan? Pasti anda berpikir ini
sebuah film komedi, tapi ternyata memang benar, hahaha. Berlatar belakang Agresi Militer Belanda II
bulan Desember 1948. Mereka merupakan sekumpulan laskar yang minim
pengalaman, tapi justru mungkin karena kepolosan dan ide2 kreatif mereka lah
akhirnya serangan lawan dapat dimentahkan. Kejadian2 konyol membuat film ini
menarik untuk disaksikan, sungguh bisa bikin ketawa terus, hahahaLittle Big Soldier
Film yang dibintangi Jackie Chan ini berkisah pada zaman sebelum
masehi, saat China masih terpecah menjadi beberapa bagian. Selama ini pasti image Jackie Chan adalah pahlawan yang
jago kungfu, tapi di film ini berbeda 180 derajat. Jackie berperan sebagai
prajurit biasa yang tidak memiliki kemampuan beladiri, dan takut untuk berperang.
Tapi dia adalah prajurit cerdas dengan banyak peralatan konyolnya, seperti saat
berperang ia berpura-pura mati, baru kemudian setelah situasi aman dia baru
bangun. Walaupun begitu dia sangat cinta terhadap tanah airnya. Jackie selalu
berusaha untuk mempertahankan negaranya. Film ringan dan penuh humor namun
penuh makna, sungguh berkesan.



15.09
Sarjoko Dwi H
Posted in:

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.